Kamis, 09 Januari 2014

PENGARUH KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA


Apa sajakah yang akan terjadi dalam perekonomian Indonesia bila BBM di Indonesia naik lagi ? disini saya akan coba merincikan dampak-dampak yang terjadi pasca naiknya harga BBM.
1.      Berpengaruh Pada Suku Bunga Bank Dan Inflasi. 
Rencana kebijakan untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak hanya berpengaruh terhadap ekonomi mikro tetapi juga secara tidak langsung mempengaruhi dalam sector makro, termasuk juga berpengaruh terhadap perbankan yang kemungkinan akan menyebabkan kredit macet dikarenakan pasca kenaikan harga BBM akan berpengaruh juga pada tingkat suku bunga yang meningkat, berarti juga mempengaruhi arus pembayaran kredit, maka perbankan harus waspada pula dengan ancaman kredit macet.
kenaikan harga BBM selalu diikuti inflasi dan penyesuaian suku bunga bank. Menurutnya, hal itu merupakan situasi yang tak bisa dihindari. Sebab, semua lembaga perbankan perlu mengikuti perubahan harga BBM tersebut. Dia mencontohkan kebijakan kenaikan BBM pada 2005 lalu yang menimbulkan kenaikan suku bunga. Dampaknya beberapa peminjam dana perbankan pun harus mengembalikan dalam kondisi suku bunga yang meningkat. "Itulah yang kemudian menimbulkan kredit macet bank. Besarnya kredit macet itu tergantung pada berbagai faktor lain lagi," Eko menganalisis.

Lebih detil dia menyebut kenaikan harga BBM pada 2005 itu membuat perbankan tidak mengalami lonjakan pertumbuhan. Bahkan dalam hitungan statistik menunjukkan perbankan tidak tumbuh sampai 50%. Eko menjelaskan, stagnasinya pertumbuhan ekonomi pascakenaikan BBM lebih dipicu oleh arus inflasi masyarakat. Karena tingkat konsumsi pun meningkat. Akibatnya arus pengembalian pinjaman bank pun ikut berpengaruh. "Masyarakat lebih fokus pada penyesuaian ekonomi keluarganya. Jadwal rutin pembayaran kredit pun tersendat. Itu yang menimbulkan ketidakmampuan untuk membayar kredit," ucapnya.
Inflasi terjadi ketika naiknya harga barang terus menerus secara umum dalam periode tertentu, juga dimana terjadi penurunan nilai uang. Bila Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan diberlakukan sekitar minggu ketiga Juni 2013. Adapun harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi Rp 6.500 dan solar Rp 5.500 per liter. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ini juga akan sangat mempengaruhi harga barang lainnya ikut naik, apa lagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan dimana sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, di saat itu pula harga bahan pokok naik ditambah pula dengan naiknya harga BBM bersubsidi.
Jenis inflasi menurut penyebabnya :
·         Inflasi karena tarikan permintaan (deman pull inflation)
Dikarenakan permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat.
·         Inflasi karena dorongan biaya produksi (cost push inflation)
Terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi, bila harga BBM naik maka biaya produksi barang dipabrik akan naik, ini menyebabkan harga jual barang tersebut ikut naik, dan yang akan merasakn dampak langsung dari inflasi jenis ini adalah masyarakat kecil.
·         Stagnasi inflasi (Stagflasi)
Tingkat pertumbuhan ekonominya nol.
Jenis inflasi menurut tingkat keparahannya :
·         Inflasi ringan (≤ 10%)
·         Inflasi ringan (10% - 30%)
·         Inflasi berat (30% - 100%)
·         Hyper inflasi (> 100%).

2.        Dampak pada rakyat kecil.
            Sebenarnya dimanapun secara menyeluruh kenaikan BBM ankan menimbulkan efek sekalipun kenaikan harga BBM baru dalam tahap sosialisasi. Dalam hal ini rakyat kecil selalu menjadi pihak yang merasakan langsung dampak kenaikan harga BBM tersebut.
Menurut Norman Pengamat Ekonomi Universitas Jayabaya, ada yang berubah dalam sistem penyampaian di Indonesia. Zaman orde baru yang dipimpin Soeharto, kepastian kenaikan BBM tidak lama berselang. Malam dirapatkan, pagi dilaksanakan. Sementara, saat ini pemerintah terkesan memberi peluang terjadinya guncangan harga. Bukan masalah harga naiknya, tapi dampak yang ditimbulkan. “Ada dua dampak dari lamanya pelaksanaan kenaikan,” tutur Norman.
Yang pertama, dampak yang tidak jelas dan dampak jelas. Dampak yang tidak jelas seperti kenaikan harga bahan pokok sebelum naiknya harga BBM atau masih tahap sosialisasi. “Nanti kalau sudah dilaksanakan, harga naik lagi,” tuturnya menganalisa. Apalagi, kenaikan harga BBM menjelang bulan Ramadhan dapat menyebabkan menurunnya kesejahteraan masyarakat. Akhirnya, kriminalitas seperti penimbunan bahan bakar banyak terjadi.
            Guna menjaga tingkat inflasi pasca kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah menyiapkan dana sebagai kompensasi kepada masyarakat. Besarannya diperkirakan mencapai Rp 14 triliun. "Sekitar Rp 13-14 triliun, tergantung masa pemberian apakah 3 atau 4 bulan," ungkap Menko Kesra Agung Laksono di Kantor Presiden, Jakarta. Dana tersebut diambil dari APBN-P 2013 mendatang di mana terdapat potensi penghematan sebesar Rp 37 triliun. Dari jumlah itu, seluruhnya diberikan untuk memberikan proteksi bagi rakyat miskin berbentuk BLSM, beasiswa dan program kesejahteraan lainnya. "Kemudian pembangunan infrastruktur juga tetap diadakan. Sisanya untuk menekan 2 hal, terutama menekan defisit anggaran yang sudah di atas 3,8 persen, kita harus tekan di bawah 3 atau 2,5 persen," paparnya.
Berdasarkan data yang sudah disusun Badan Pusat Statistik (BPS) yang dimuktahirkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah penerima BLSM diperkirakan mencapai 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS). "Atau ekuivalen dengan 62 atau 65 juta jiwa, atau sekitar 25-30 persen penduduk Indonesia yang berpenghasilan rendah," tandasnya.
Pengamat energi Kurtubi menegaskan kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan mencederai kehidupan masyarakat kecil. Dana kompensasi yang dijanjikan, menurutnya, diperkirakan juga tidak maksimal membantu masyarakat karena rawan akan benturan kepentingan politik menjelang pemilihan umum. "Maka dari itu saya tidak setuju jika harga BBM dinaikkan saat ini," ujarnya pada merdeka.com di Jakarta, Senin (13/5) malam.

Terdapat lima alasan mengapa kenaikan harga BBM sangat memberatkan kehidupan masyarakat kecil :
1.      Harga barang semakin mahal
Karena mendekati lebaran harga cenderung naik karena meningkatnya permintaan, ditambah lagi dengan naiknya harga BBM maka harga barang dan jasa lainnya akan semakin naik.

2.      Daya beli masyarakat menurun
Daya beli masyarakat kecil dengan penghasilannya yang tetap akan mengurangi kemampuannya untung membeli kebutuhan hidupnya.

3.      Kemiskinan bertambah
Kurtubi menegaskan kenaikan harga BBM bersubsidi akan berimplikasi pada melonjaknya tingkat kemiskinan. Meski pemerintah berjanji untuk memberikan kompensasi pada masyarakat kecil namun dampaknya dinilai tidak akan signifikan. Kompensasi yang bertujuan sebagai jaring pengaman agar masyarakat miskin tidak semakin jatuh ke jurang kemiskinan justru berpotensi dimanfaatkan oleh agenda politik. Pasalnya, dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki masa pemilihan umum (pemilu)."Orang miskin akan semakin bertambah karena ada kepentingan politik untuk pencitraan. Kompensasi justru mencederai demokrasi," jelasnya.

4.      Pengangguran meningkat
ANALISIS :
Kurtubi menilai kenaikan harga BBM bersubsidi akan membuat biaya produksi usaha bertambah. Hal ini menimbulkan pengusaha mengurangi beban usaha salah satunya dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). PHK tentunya akan menimbulkan angka pengangguran meningkat. Apalagi, tambahnya, rencana pembatasan konsumsi BBM yakni sebesar 0,7 liter per motor per hari dan 3 liter per mobil per hari akan membuat kondisi semakin parah. "Semua rencana ini akan membuat gerak ekonomi terganggu. Pengangguran akan bertambah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar